Rakyat Indonesia Harus Lebih Cerdas!

October 7th, 2009

Seringnya Indonesia di landa bencana belakangan ini,  membuat masyarakat Indonesia semakin cemas dan khawatir. Kondisi ini dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab dengan menyebarkan isu-isu bahwa akan terjadi bencana pada saat tertentu. Berdasarkan klaim dari BMKG, Sampai saat ini, belum ada teknologi yang mampu mendeteksi kapan, dimana serta kekuatan gempabumi akan terjadi. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak perlu mempercayai isu tersebut. Lembaga Survey Geologi-nya AS pun, saat ini juga belum mampu memprediksi gempabumi/bencana akan terjadi pada waktu tertentu.

Kalo menurut saya sih, Wajar bila kita-kita panik akan bencana tetapi kita harus tetap tenang dan berfikir logis-lah akan isu-isu yang tiak jelas. Dan yang paling penting pada keadaan seperti ini adalah semakin mendekatlah kepada Tuhan.. Ya jaga-jagalah Siapa tahu aja “ajal” telah semakin dekat?

Untuk mendapatkan informasi mengenai gempabumi yang telah terjadi, silahkan akses di Eartquake USGS atau di situsnya BMKG juga bisa.


Terjebak dalam Tes Lanjutan di Medion Bandung

August 12th, 2009

Sabtu 8 Agutus ‘08 dapet telpon dari orang medion, yang intinya saya diminta kehadirannya untuk mengikuti tes lanjutan di Bandung pada tgl 11 Agustus ‘08. Saya sempat menanyakan ke penelpon, kira-kira tes lanjutan tersebut mamakan waktu berapa lama? Dan ia menjawab kurang lebih 3 hari. Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, dengan berat hati saya putuskan untuk berangkat ke Bandung. Sepulang dari kantor langsung ke stasiun Tugu buat cari tiket ke Bandung. Awalnya mau naek kereta Lodaya Malam Eksekutif, ternyata yg eksekutif habis dan akhirnya dengan terpaksa beli lah tiket yang bisnis. Dan yang ku khawatirkan terjadi, aku gak bisa tidur nyenyak saat perjalanan ke Bandung. Sampai di Bandung pagi pukul 06.40, untung udah ada yang ngejemput. Sebelum ke tempat tes, mampir dulu di Wisma Parahyangan buat mandi ngeletakin barang2 yang lumayan berat. Setelah mandi, langsung deh berangkat tes ke head office medion.

Sempet bingung juga nyari alamat medion kalo gak pake tanya sama orang2 di jalan, soalnya di head office nya gak ada papan nama nya (ada juga punya stiker logo kecil di depan kantornya).  Sampai di kantornya sempet nunggu sebentar di ruang tunggu.  Setelah itu masuk ke ruang tes dan kemudian disruruhlah kami mengerjakan soal tes psikologi semacam tes epps gitu selama 1 jam.  Selesai mengerjakan soal sempat menunggu beberapa saat hingga mbak2 HRDnya masuk ke dalam ruangan lagi dan mempersilahkan menunggu di mess sambil menunggu jadwal untuk interview user dan interview HRD. Dari situ, saya sudah kurang sregg dengan metode tes di medion. Saya mengira pihak HRD medion sudah mempunyai jadwal yang pasti sehingga kami tidaklah perlu menunggu terlalu lama. Sesampai di mess nya saya kira nyaman buat tiduran sejenak ternyata di dalam kamarnya panas banget sehingga tidak bisa tidur dech.  Pukul 11.30 saatnya makan siang, setelah itu sholat dan saya memutuskan untuk menunggu di ruang tunggu saja karena lebih adem ketimbang di mess. Sampai pukul 14.00 saya dan hendro mulai gundah karena kami belum mendapatkan kepastian jadwal interview. Saya sudah mulai BeTe tingkat akut karena udah ngantuk banget di sio2 menehh. Akhirnya saya coba menanyakan kepastian interview kami kepada mbak2nya dan aku dapat jadwal pukul 15.30. Aku jelas sudah agak mangkel karena dari pagi nunggu di kantor tsb dan ternyata jadwalnya jam 15.30, ya dengan berat hati ku tunggu saja jadwal ku. Sebenarnya aku sudah males dengan interview pada waktu itu dan yang ku tunggu hanyalah uang subsidi transportasi yang dijanjikan oleh medion. Dalam interview si mbak HRD nya sempat mengatakan bahwa user sedang tidak ada tempat dikarenakan ada tamu dari cabang china. Aku cuma mbatinn yg bener ne…, soalnya temen peserta lain dengan posisi yang sama sudah berangkat ke padalarang buat interview dengan user. Selesai interview, turunlah subsidi transpotasinya dan katanya hasilnya ditunggu kira2 2 minggu lagi.  Kalo dalam 2 minggu belum ada konfirmasi, berarti anda belum beruntung. hehe.. Sepulang dari kantor medion langsung balik ke wisma buat beres2 untuk pulang ke jogja. Dan pukul 20.00 kami pulang ke jogja naik kereta Lodaya Malam. Perjalanan yang melelahkankan dan keesokan pagi nya sudah berangkat kerja lagi.

Kesan-kesan yang saya dapatkan tes di medion adalah

  • Melelahkan perjalanan ke bandung yang seakan sia-sia, karena yang jelas saya telah mengorbankan gak masuk kerja n dipotong deh tu gaji sehari. Dan yang paling jelas gak ikutan tes rekruitmen toyota.
  • kurang profesionalnya HRD mengatur jadwal interview dan tes lainnya
  • kurang Konsisten dengan jadwal awal (sebetulnya jadwal tes telah dilampirkan pada saat presentasi perusahaan yang dilakukan pada tes pertama)
  • mungkin pihak HRD dapat lebih menghargai kami yang jauh-jauh datang dari jogja.

Mungkin buat pihak HRD dapat membaca tulisan pak haryo, agar dapat bisa lebih profesional lagi.


Pengen Rasanya Ke Awal-Awal Kuliah Dulu

July 2nd, 2009

Hampir setahun tidak merasakan kuliah, rasanya pengen kembali ke masa-masa kuliah dulu. Saat-saat awal kuliah yang bisa dibilang cukup prihatin. Berangkat ngampus dari kos berjalan kaki, padahal jarak antara kosan dan kampus bisa dikatakan lumayanlah jaraknya. Manalagi banyak kulaih siang, trus pulang udah menjelang magrib. Sampe kos2an bukannya capek karena kuliah tapi capek karena jalan kaki. Pada masa awal kuliah dulu, yang namanya tugas praktikum pasti menumpuk, mana belum punya komputer pula (ditambah masih katrok banget sama yang namanya komputer) terpaksa harus pergi ke Rentalan Komputer atau nebeng di komputer temen kos.

Pengen rasanya kembali ke saat-saat itu, dimana semuanya serba prihatin. Makan dengan lauk berkisaran tahu tempe, ngepol2 pake telor. Mungkin kalo sekarang disuruh jalan dari Pogung ke Kampus Milan udah rada kecapekan.


Program Ekstensi Ilmu Komputer UGM Ditutup Beneran Lho!

February 14th, 2009

Mendengar berita dari teman-teman yang katanya semua program ekstensi UGM akan ditutup sedikit membuat diriku terkejut. “Wah, mau ngelanjutin dimana diri saya ini ?” Batin ku sambil utik-utik upil. Untuk memastikan hal tersebut segera saya minta tolong si Arnold untuk menanyakan kebenaran berita tersebut kepada pengelola Program Ekstensi Teknik Elektro melalui e-mail dan jawabannya ternyata benar tahuni ini ekstensi elektro ditutup. Dan kemarin, saya mencoba menanyakan kepada salah satu dosen Ilmu Komputer melalui e-mail yang isinya sebagai berikut :

Assalamu’alaikum… Pak, apakah benar tahun ini program ekstensi Ilmu Komputer akan ditutup ? Wassalam…

Dan dijawablah oleh dosen tersebut :

SK penutupan sdh ada, kemungkinan nanti ada program d4 di sekolah vokasi.

Jadi, bagi lulusan D3 yang berniat melanjutkan studi S1-nya di UGM segeralah cari alternatif perguruan tinggi yang masih membuka program ekstensi. Dengar-dengar ITS masih membuka program ekstensi. Kalau untuk swasta (pendidikan IT khususnya), yang baru saya tahu IT Telkom, Univ Kristen Maranatha, dan Binus masih membuka program alih jenjang dengan biaya pendidikan yang tergolong mahal bagi saya.


7113 pages viewed, 48 today
3371 visits, 19 today
FireStats icon Powered by FireStats